Mama,, meski terkadang kata tak terucap dari bibir ini,
meski terkadang laku-ku tak mengena di hatimu,
meski terkadang ucapanku melelehkan air matamu.
Itu bukan karena aku tak mengasihimu.
Hanya tak tahu bagaimana caranya berkata padamu,
'Aku ingin yang seperti ini, Ma.'
'Aku tak suka dikatai seperti itu, Ma.'
'Aku ingin Mama mendengarkan.'
'Aku terlalu mengasihimu, Ma.'
Walau kadang, seteru terjadi di antara kita.
Tapi aku paham, itu karena cinta.
Walau kadang, kita tak sepaham.
Tapi aku mengerti, itu karena Kau ingin memberi yang terbaik.
Maaf, jika aku kurang berbakti.
Namun, ijinkan aku menjadi anak kebanggaanmu,
hingga waktumu tiba.
Aku ingin selalu berkata,
"AKU MENGASIHIMU, MAMA."
P. Sandra D.
04.03.2014
Just a stone for all you wanted.
Look, a stone for what will not be:
All you thought was there.
Let the stones become your mountain.
All those thousand cares
Through the towns and the dark.
Softly be led
By the clouds and the stars.
When the winds start to blow,
Something whispers from afar:
There’s a home in the heart
Another heaven
There’s a song for every dream
(There’s a song)
For the things you won’t look back on.
Look, a stone for all that will be:
All that still is me.
Through the sounds of the dark.
Softly be led
When the winds start to blow,
Something whispers from afar:
There’s a home in the heart
Another heaven
There’s a song for every dream.
There’s a world that’s yet to be..
There’s a song for every dream..
Lihat, batu untuk sesuagu agar semua terjadi
Semua itu masih diriku
Ada saat semua hal
Ada nyanyian untuk setiap hari.
Ada dunia yang belum saat dijalani.
Ini salah satu ost drama Korea, Gu Family Book. Aku suka sekali dengan melodi lagunya, juga suka dengan drama ini.
Semoga bermanfaat, ya. Kalau kurang bagus, mohon maaf ya. Hehehehe!
^_^
04.03.2014
Debu-debu waktu melebur bersama embun.
Sayap-sayap angin mengepak lembut.
Adalah riang lincah kaki para tetes hujan.
Bermesra bersama di bawah peluk ibunda awan.
Cemerlang berseri wajah kakanda langit,
melihat dengan mata surya tingkah para putra-putri.
Ada pula cerita di tanah bumi.
Ada berkata, "Ini rumah derita!"
Terdengar pula suara, "Waktunya mengumpul harta!"
Sayup-sayup tangis, "Aku ingin mati!"
Juga syair khusyuk, "Untuk-Mu, TUHAN, segala puji!"
Putra-putri langit.
Putra-putri manusia.
Yang Esa memandang semesta.
Berharap, cinta, kasih-Nya,
menjilat rata maha karya.
Oleh: P. Sandra D.
13.02.2014
Sahabat menurut pamahamanku adalah;
Sahabat itu, bukan hanya sekedar sahabat yang bisa diajak bertukar pikiran, tapi ia juga harus bisa menyayangi sahabatnya seperti ia menyayangi dirinya sendiri.
Dia 'gak pernah jijik sama bekas mulut kamu,
tak pernah jijik dengan luka-luka di tubuhmu.
Dia mengasihi kamu, seperti dia mengasihi dirinya sendri.
Dia menerima kamu apa adanya, seperti dia menerima dirinya sendiri.
Dia gak harus selalu ada disamping kamu, tapi dia memantau kamu dari kejauhan.
Dia tak selalu memalingkan matanya kepada kamu, tapi dia selalu memperhatikan kamu dari kejauhan.
Dia tak pernah berkata "Ihh, enak sekali kamu dapat itu.",
saat kamu mendapatkan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia dapatkan.
Ia tak pernah menyalahkan kegagalanmu dan berkata "Itulah 'kan! Kalau tadi kamu nggak buat seperti ini, tidak jadi begini masalahnya. Kamu sich, gak bijak!!"
Tapi ia orang yang akan berkata, "Sudahlah tak perlu bersedih, tidak ada orang yang tidak lepas dari kegagalan. Jadikan saja ini sebagai pengalaman berharga, mungkin dengan kegagalan ini suatu saat kamu bisa jadi orang yang sukses."
Dia tak pernah menyebutkan namamu di hadapan orang lain,
dia tak pernah membangga-banggakan dirimu dihadapan orang lain.
Tapi dia orang yang 'tak pernah lupa menyebutkan namamu di dalam doanya.
Ia orang yang selalu memohon di dalam doanya, "Ya Tuhan jadikanlah aku orang yang bisa memberikan jalan keluar baginya, dan menjadi penyejuk hatinya kala hatinya sedang bersedih"
Ia yang tak terlalu sering ada di sampingmu di kala kau sedang bahagia,
tapi dia akan datang padamu dan memelukmu ketika dunia menjauhimu.
Dia orang yang akan selalu membenci kekasihmu,
karena dia takut menyimpan rasa terhadap kekasihmu.
Jadi perhatikan setiap orang yang kamu anggap sahabat. Apakah ia hanya sahabat atau dia adalah sahabat yang benar-benar memiliki jiwa seorang sahabat.
Kalian.. Terima kasih sudah hadir dalam kehidupanku dan mengisi hari-hariku, baik di kala suka dan duka. Baik di kala tawa maupun berlinang air mata. Baik di kala jatuh hati maupun patah hati. Baik di kala ada uang kiriman maupun tidak ada uang kiriman. Kalian selalu bersamaku!!! Terima kasih,, ^_^
Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : "Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya." Ujarnya dengan sinis.
Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi, lalu dia mendengar seekor sapi di kandang sebelah berkata : "Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini." dengan nada mencemooh.
Teriak seekor domba : "Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih tinggi dari saya, saya memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini. Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga. Tapi omonganmu soal anjing kecil itu, sepertinya kamu memang benar. Dia sama sekali tidak ada manfaatnya disini." Satu demi satu binatang di situ ikut serta dalam percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu. Ayam pun berkata bagaimana dia telah memberikan telur, kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari ladang itu. Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu adalah makhluk tak berguna dan tidak sanggup memberikan kontribusi apapun kepada keluarga itu. Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain, anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangis menyesali nasibnya, sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi.
Ada seekor anjing tua di situ mendengar tangisan tersebut, lalu menyimak keluh kesah si anjing kecil itu. "Saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga di sini, sayalah hewan yang paling tidak berguna di sini." Kata anjing tua itu : "Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, kamu tidak bisa memberikan telur, susu ataupun bulu, tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan."
Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang dan tampak amat lelah karena perjalanan jauh di panas terik matahari, anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilat kakinya dan melompat ke pelukannya. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, pemilik ladang dan anjing kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria. Akhirnya pemilik ladang itu memeluk dia erat- erat dan mengelus-elus kepalanya, serta berkata, "Meskipun saya pulang dalam keadaan letih, tapi rasanya semua jadi sirna, bila kau menyambutku semesra ini, kamu sungguh yang paling berharga di antara semua binatang di ladang ini, kecil kecil kamu telah mengerti artinya kasih.........
Moral Story :
Jangan sedih karena kamu tidak dapat melakukan sesuatu seperti orang lain karena mungkin memang tidak memiliki kemampuan untuk itu, tetapi apa yang dapat kamu lakukan, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya
Renew: 28.06.2013


























